Selasa, 17 Januari 2017

Tugas Softskill

Tugas Softskill

Nama : Fakhri Pratama
Npm : 1C114795
Kelas : 3KA34

UNIVERSITAS GUNADARMA
PTA 2016/2017


TUGAS 1
Pengertian Artificial Intelligence (AI) / Kecerdasan Buatan
AI (Artificial Intelligence) atau Kecerdasan Buatan merupakan salah satu cabang ilmu computer yang mempelajari bagaimana cara membuat sebuah mesin cerdas, yaitu mesin yang mempunyai kemampuan untuk belajar dan beradaptasi terhadap sesuatu.

Jika diartikan tiap kata, artificial artinya buatan, sedangkan intelligence adalah kata sifat yang berarti cerdas. Jadi artificial intelligence maksudnya adalah sesuatu buatan atau suatu tiruan yang cerdas. Cerdas di sini kemungkinan maksudnya adalah kepandaian atau ketajaman dalam berpikir, seperti halnya otak manusia dalam menyelesaikan suatu masalah.

Tujuan dari riset-riset Artificial Intelligence (AI) / Kecerdasan Buatan  adalah bagaimana membuat sebuah mesin bisa berfikir sama halnya dengan manusia yang bisa berfikir. AI digunakan untuk menjawab problem yang tidak dapat diprediksi dan tidak bersifat algoritmik atau prosedural. Sampai saat ini, para peneliti di bidang AI masih banyak menyimpan pekerjaan rumah mereka disebabkan kompleksitas penelitian di bidang Artificial Intelligence (AI) / Kecerdasan Buatan serta faktor dukungan teknologi untuk merealisasikannya. Karena area cakupan yang luas, Artificial Intelligence (AI) / Kecerdasan Buatan dibagi lagi menjadi subsub bagian di mana sub-sub bagian tersebut dapat berdiri sendiri dan juga dapat saling melengkapi satu dengan lainnya.
http://irpantips4u.blogspot.co.id/2012/12/konsep-dasar-artificial-intelligence-ai.html 


Perbedaan antara Kecerdasan Buatan (Komputer) dengan Kecerdasan Alami (Manusia)
Kecerdasan Buatan:

Bersifat permanen
Mudah diduplikasi dan disebarluaskan
Dapat lebih murah daripada manusia cerdas
Konsisten dan menyeluruh
Dapat didokumentasikan

Kecerdasan Alami:

Bersifat kreatif
Menggunakan pengalaman panca indra secara langsung
Menalar berdasarkan pemahaman yang luas dari pengalaman
Memiliki tingkat ketrampilan yang luas mulai dari pemula, pemula lanjut, kompeten,
profisien, dan ahli (expert)


http://irpantips4u.blogspot.co.id/2012/12/konsep-dasar-artificial-intelligence-ai.html



Sejarah Kecerdasan Buatan
Teori-teori yang mengarah ke KB sudah muncul sejak tahun 1941. Berikut ini tahap-tahap sejarah perkembangan KB :

A. Era Komputer Elektronik (1941)
Ditemukannya pertama kali alat penyim-panan dan pemprosesan informasi yang disebut komputer elektronik. Penemuan ini menjadi dasar pengembangan program yang mengarah ke KB.
B. Masa Persiapan KB (1943 – 1956)
Tahun 1943, Warren McCulloch dan Walter Pitts 
mengemukakan tiga hal, yaitu :
a. pengetahuan fisiologi dasar dan fungsi sel syaraf
dalam otak
b. analisis formal tentang logika proposisi (propositional logic)
c.teori komputasi Turing
Tahun 1950, Norbert Wiener membuat penelitian mengenai prinsip-prinsip teori feedback. Contoh yang terkenal adalah thermostat. Penemuan ini juga merupakan awal dari perkembangan KB.
Tahun 1956, John McCarthy meyakinkan Minsky, Claude Shannon dan Nathaniel Rochester untuk membantunya melakukan penelitian dalam bidang Automata, Jaringan Syaraf dan pembelajaran intelijensia. 
Mereka kerjakan projek ini selama dua tahun di Dartmouth. Hasilnya adalah program yang mampu berpikir non-numerik dan menyelesaikan masalah pemikiran yang dinamakan Principia Mathematica. Hal ini menjadikan McCarthy disebut sebagai ”Bapak Kecerdasan Buatan”.

C. Awal Perkembangan Kecerdasan Buatan (1956 – 1969)
diawali dengan kesuksesan Newell dan Simon dengan sebuah program yang disebut ”General Prbolem Solver”. Program ini dirancang untuk memulai penyelesaian masalah secara manusiawi. 
tahun 1958, McCarthy mendefenisikan bahasa pemrograman tingkat tinggi, yaitu LISP, yang sekarang mendominasi pembuatan program-program kecerdasan buatan. 
Tahun 1968, program analogi buatan Tom Evan menyelesaikan masalah analogi geometris yang ada pada tes IQ.

D. Sistem Berbasis Pengetahuan (1969 – 1979)
Pengetahuan adalah kekuatan pendukung KB. Hal ini dibuktikan dengan program yang dibuat oleh Ed Feigenbaum, Bruce Buchanan dan Joshua Lederberg yang membuat program untuk memecahkan masalah struktur molekul dari informasi yang didapatkan dari spectometer massa..



E. KB menjadi sebuah industri (1980 – 1988)
Industrialisasi KB diawali dengan ditemukannya ”sistem pakar” (expert system) yang dinamakan R1 yang mampu mengonfigurasi sistem-sistem komputer baru. Program tersebut mulai dioperasikan di Digital Equipment Corporation (DEC), McDermot tahun 1982. 
Tahun 1986, program tersebut mampu menghemat biaya US$ 40 juta /tahun. 
Tahun 1988, Kelompok KB di DEC menjalankan 40 sistem pakar.

F. Era Kembalinya Jaringan Syaraf Tiruan (1986 – Sekarang)
Para ahli fisika seperti Hopfield (1982) menggunakan teknik-teknik mekanika statistika untuk menganalisa sifat-sifat penyimpanan dan optimasi pada jaringan syaraf. 
Para ahli psikologi, David Rumelhart dan Geoff Hinton, melanjutkan penelitian mengenai model jaringan syaraf pada memori. 
Pada tahun 1985-an, sedikitnya empat kelompok riset menemukan kembali algoritma belajar propagasi balik (Back-Propagation learning). Algoritma ini berhasil diimplementasikan ke dalam ilmu komputer dan psikologi.

http://sigitprabowoo.blogspot.co.id/2013/01/kecerdasan-buatan-sejarah-kecerdasan.html


D. Dasar Kategori di Konsep dasar Ai(Kecerdasan Buatan)
1. Acting Humanly
Acting humanly ialah system yang melakukan pendekatan dengan menirukan tingkah laku seperti manusia yang dikenalkan pada tahun 1950 degan cara kerja pengujian melalui teletype yaitu jika penguji (integrator) tidak dapat membedakan yang mengintrogasai antara manusia dan computer maka computer tersebut dikatakan lolos(menjadi kecerdasan buatan).

2. Thinking Humanly
Yaitu system yang dilakukan dengan cara intropeksi yaitu penangkapan pemikiran psikologis
Manusia pada computer,hal ini sering diujikan dengan neuron ke neuron lainnya atau sel otak dengan sel otak lainnya cara pembelajarannya yaitu melalui experiment-experimen.

3. Thinking Rationaly
Ini merupakn system yang sangat sulit ,karena sering terjadi kesalah dala, prinsip dan prakteknya,system ini dikenal dengan penalaran komputasi.

4. Actng Rationaly
Yaitu system yang melakukan aksi dengan cara menciptakan suatu robotika cerdas yang menggantikan tugas manusia.

http://irpantips4u.blogspot.co.id/2012/12/konsep-dasar-artificial-intelligence-ai.html






Disiplin Ilmu AI
Seperti yang telah disebutkan di atas bahwa AI merupakan salah satu cabang Ilmu Komputer. Tapi karena kompleksitas area AI maka dibuat sub-sub bagian yang dapat berdiri sendiri dan dapat saling bekerja sama dengan sub bagian lain atau dengan disiplin ilmu lain. Berikut ini beberapa cabang ilmu sub bagian dari AI :

1. Natural Languange Processing (NLP)
Natural Languange Processing (NLP) atau Pemrosesan Bahasa Alami, merupakan salah satu cabang AI yang mempelajari pembuatan sistem untuk menerima masukan bahasa alami manusia. Dalam perkembangannya, NLP berusaha untuk mengubah bahasa alami komputer (bit dan byte) menjadi bahasa alami manusia yang dapat kita mengerti. NLP merupakan ilmu dasar yang dapat dijadikan jembatan untuk membuat komunikasi antara mesin dengan manusia.

2. Expert System (ES)
Expert System (ES) atau Sistem Pakar, merupakan salah satu cabang AI yang mempelajari pembuatan sebuah sistem yang dapat bekerja layaknya seorang pakar. ES dapat menyimpan pengetahuan seorang pakar dan memberikan solusi berdasarkan pengetahuan yang dimilikinya tadi. ES juga merupakan salah satu cabang AI yang sering melakukan kerja sama dengan disiplin ilmu lain karena sifatnya yang dapat menyimpan pengetahuan.


3. Pattern Recognition (PR)
Pattern Recognition (PR) atau Pengenalan Pola, merupakan salah satu cabang AI yang mempelajari pembuatan sebuah sistem untuk dapat mengenali suatu pola tertentu. Misalnya sistem PR untuk mengenali huruf dari tulisan tangan, walaupun terdapat perbedaan penulisan huruf A dari masing-masing orang tetapi PR dapat mengenali bahwa huruf tersebut adalah huruf A. Beberapa aplikasi dari PR antara lain : voice recognition, Fingerprint Identification, Face Identification, Handwriting Identification, Optical Character Recognition, Biological Slide Analysis, Robot Vision dan lainnya.

4. Robotic
Robotic atau Robotika, merupakan salah satu cabang AI yang menggabungkan cabangcabang AI yang lain termasuk ketiga cabang di atas untuk membentuk sebuah sistem robotik. Keempat cabang AI di atas merupakan cabang umum yang banyak dipelajari, masih banyak cabang-cabang AI yang lainnya. Seiring perkembangan riset dalam AI, dapat dimungkinkan akan muncul cabang-cabang baru yang melengkapi unsur AI sehingga AI menjadi sebuah sistem lengkap dan akan mencapai goal-nya yang sampai sekarang masih belum sempurna.


http://irpantips4u.blogspot.co.id/2012/12/konsep-dasar-artificial-intelligence-ai.html



TUGAS 3



2 INTELLIGENT AGENTS


Di mana kita membahas sifat agen, sempurna atau sebaliknya, Keragaman dari lingkungan dan manajerial yang dihasilkan dari jenis agen.
 AGEN DAN LINGKUNGAN
Agen adalah segala sesuatu yang dapat dilihat sebagai mempersepsi lingkungan melalui sensor  dan bekerja atas lingkungan yang melaui penggerak.ide sederhanaini diilustrasikan pada gambar 2.1.Seorang adgen manusia meemiliki mata,telinga,dan organ lainnya untuk senor dan tangan ,kaki,saluran vokal,dan seterusnya untuk penggerak.Seorang agen robot mungkin memiliki kamera dan infra merah untuk sensor penggerak.Seorang agen software menerima keystrokes,isi file dan paket jaringan sebagai masukan sensorik dan bertindak sebagai lingkungan dengan menampilkannya pada layar,menuliskan file dan mengirim paket jaringan



Untuk mengtakan ada tentang agen.berbicara matematis,kita katakan bahwa perilaku agen digambarkan oleh fungsi agen yang memetakan setiap urutn diberikan persepsi kepada suatu tindakan.Kita bisa membayangkan tabulasi fungsi agen yang menggambarkan pemberian agen;untuk sebagian besar agen,ini akan menjadi sangat besar daftar-tak terbatas,pada kenyataanya,kecuali kita menempatkan terikat pada panjang urutan persepsi kita ingin mempertimbangkan.,karakterisasi eksternal dari agen.Internal,fungsi agen agen buatan akan dilaksankan oleh agen program.Hal ini penting untuk mejaga kedua ide yang berbeda.Fungsi agen adalah deksripsi matematis abstrak;program agen adalah implementasi konkret,berjalan dalam beberapa system fisik.
 PERILAKU BAIK: KONSEP RASIONAL

Seorang agen rasional adalah salah satu yang melakukan hal yang benar-konseptual berbicara, setiap entri dalam tabel untuk fungsi agen diisi dengan benar. 
Kita menjawab pertanyaan kuno ini dengan cara yang kuno dengan mempertimbangkan konsekuensi dari perilaku agen.Ketika agen mengempaskan bahwa dalam lingkungan itu menghasilkan urutan tindakan yang menurut persepsi yang diterima.Urutan ini menyebabkan lingkungan untuk pergi melalui urutan serikat. Jika urutan diinginkan, maka agen telah melakukan dengan baik.Gagasan tentang keinginan ditangkap oleh kinerja yang mengevaluasi setiap urutan yang diberikan oleh lingkungan negara).
Rasionalitas
Apakah rasional pada waktu tertentu tergantung pada 4 hal

Ukuran kinerja yang mendefinisikan kriteria keberhasilan
Agen sebelumnya dari pengetahuan lingkungan.
Tindakan yang dapat dilakukan oleh agen
Agen persepsi urutan to-date.
Ini mengarah ke sebuah definisi dari agen rasional;
Untuk setiap urutan mungkin persepsi, agen rasional harus memilih tindakan yang dilakukan telah melakukan tindakan untuk memaksimalkan yang mengukur kinerja, memberikan bukti yang diberikan oleh urutan persepsi dan apapun pengetahuan built-in yang dimiliki agen.
Kemahatahuan , belajar dan otonomi
Kita harus berhati-hati untuk membedakan antara rasionalitas dan kemahatahuan. Seorang agen mahatahu tahu hasil yang sebenarnya dari tindakan dan dapat bertindak sesuai; tapi kemahatahuan tidak mungkin dalam kenyataan. Perhatikan contoh berikut: Saya berjalan di sepanjang Champs Elys'ees satu hari dan saya melihat seorang teman lama di seberang jalan. Tidak ada lalu lintas di dekatnya dan aku tidak dinyatakan terlibat, sehingga, menjadi rasional, saya mulai menyeberang jalan. Sementara itu, di 33.000 kaki, pintu kargo jatuh sebuah pesawat yang lewat, 2 dan sebelum saya membuat ke sisi lain dari jalan saya diratakan. Apakah aku tidak rasional untuk menyeberang jalan? Hal ini tidak mungkin bahwa obituari saya akan membaca "upaya Idiot menyeberang jalan."
    Contoh ini menunjukkan bahwa rasionalitas adalah tidak sama dengan kesempurnaan. Rasionalitas max-imizes diharapkan kinerja, sedangkan kesempurnaan memaksimalkan kinerja aktual. Mundur dari persyaratan kesempurnaan bukan hanya masalah adil untuk agen. Intinya adalah bahwa jika kita mengharapkan agen untuk melakukan apa yang ternyata menjadi aksi terbaik setelah fakta, akan mustahil untuk merancang agen untuk memenuhi ini spesifikasi-kecuali kita meningkatkan kinerja bola kristal atau mesin waktu.
definisi kita membutuhkan agen yang rasional tidak hanya untuk mengumpulkan informasi tetapi juga untuk belajar sebanyak mungkin dari apa yang memandang. konfigurasi awal agen bisa mencerminkan beberapa pengetahuan tentang lingkungan, tetapi sebagai pengalaman keuntungan agen ini dapat dimodifikasi dan ditambah.
 Menentukan lingkungan tugas








Ukuran kinerja ,Lingkungan, Aktuator ,Sensors

Sifat lingkungan tugas
Kisaran lingkungan tugas yang mungkin timbul di AI jelas luas. Kami bisa, bagaimanapun,mengidentifikasi jumlah yang cukup kecil dimensi sepanjang yang lingkungan tugas dapat dikategorikan. Dimensi ini menentukan, untuk sebagian besar, desain agen yang tepat danpenerapan dari masing-masing keluarga utama teknik untuk implementasi agen.
Sepenuhnya diamati vs sebagian diamati: Jika sensor agen ini memberikan akses ke negara lengkap lingkungan pada setiap titik waktu, maka kita mengatakan bahwa lingkungan tugas sepenuhnya diamati. Sebuah lingkungan tugas secara efektif sepenuhnya diamati jika sensor mendeteksi semua aspek yang relevan dengan pilihan tindakan; relevansi, pada gilirannya, tergantung pada mengukur kinerja. Sepenuhnya lingkungan diamati nyaman karena agen butuh tidak memelihara keadaan internal untuk melacak dunia. Lingkungan mungkin sebagian diamati karena sensor berisik dan tidak akurat atau karena bagian dari negara yang hanya hilang dari data-sensor. Jika agen tidak memiliki sensor sama sekali maka lingkungan teramati. 
Deterministik vs stochastic. Jika negara berikutnya lingkungan benar-benar yang penentuan-ditambang oleh negara saat ini dan tindakan yang dilakukan oleh agen, maka kita mengatakan lingkungan adalah deterministik; jika tidak, itu adalah stochastic. Pada prinsipnya, agen tidak perlu khawatir tentang uncer-ketidakmenentuan dalam lingkungan deterministik sepenuhnya diamati. (Dalam definisi kita, kita mengabaikan uncer-ketidak menentuan yang timbul murni dari tindakan agen lain di lingkungan multi agen, dengan demikian, game bisa menjadi deterministik meskipun masing-masing agen mungkin tidak dapat memprediksi tindakan orang lain.) Jika lingkungan sebagian diamati, bagaimanapun, maka bisa tampak stochastic. Kebanyakan situasi nyata begitu kompleks sehingga tidak mungkin untuk melacak semua aspek yang tidak teramati; untuk tujuan praktis, mereka harus diperlakukan sebagai stochastic
Episodik vs berurutan: Dalam lingkungan tugas episodik, pengalaman agen dibagi menjadi episode atom. Dalam setiap episode agen menerima persepsi dan kemudian melakukan satu tindakan. Krusial, episode berikutnya tidak tergantung pada tindakan yang diambil dalam episode sebelumnya. Banyak tugas klasifikasi yang episodik. Sebagai contoh, seorang agen yang memiliki spot bagian yang cacat pada basis perakitan setiap keputusan pada bagian saat ini, terlepas dari keputusan sebelumnya; Selain itu, keputusan saat ini tidak mempengaruhi apakah bagian berikutnya adalah cacat. Dalam lingkungan berurutan, di sisi lain, keputusan saat ini bisa mempengaruhi semua decisions.
Static vs dinamis: Jika lingkungan dapat mengubah sementara agen berunding, maka kita katakan lingkungan yang dinamis untuk agen yang; jika tidak, itu adalah statis. lingkungan statismudah untuk menangani karena agen tidak perlu terus melihat dunia ketika sedang memutuskan pada tindakan, atau membutuhkannya khawatir tentang perjalanan waktu. lingkungan yang dinamis,pada Sebaliknya, terus meminta agen apa yang ingin lakukan; jika belum memutuskan, yang penting sebagai memutuskan untuk melakukan apa-apa. Jika lingkungan itu sendiri tidakberubahdengan berlalunya waktu tetapi skor kinerja agen tidak, maka kita mengatakan lingkungan semidynamic.
Diskrit vs kontinu: The diskrit / perbedaan terus menerus berlaku untuk keadaan
lingkungan, dengan cara waktu ditangani, dan dengan persepsi dan tindakan agen. Untuk
Misalnya, lingkungan catur memiliki jumlah terbatas negara yang berbeda (tidak termasuk jam).

Dikenal vs diketahui: Sebenarnya, perbedaan ini tidak merujuk kepada lingkungan sendiri tetapi untuk negara agen (atau desainer) pengetahuan tentang "hukum fisika" dari lingkungan. Dalam lingkungan yang diketahui, hasil (atau probabilitas hasil jika lingkungan adalah stokastik) untuk semua tindakan yang diberikan. Jelas, jika lingkungan tidak diketahui, agen harus mempelajari cara kerjanya dalam rangka untuk membuat keputusan yang baik. Perhatikan bahwa  perbedaan antara lingkungan dikenal dan tidak dikenal tidak sama dengan salah satu di antara penuh dan sebagian lingkungan diamati
STRUKTUR AGEN
Tugas AI adalah untuk merancang sebuah program agen yang mengimplementasikan agen fungsi-pemetaan dari persepsi tindakan. Kami menganggap program ini akan berjalan pada beberapa jenis komputasi perangkat dengan sensor fisik dan aktuator-kami menyebutnya arsitektur: agen = arsitektur + program
 Program Agen
Program agen yang kami desain dalam buku ini semua memiliki kerangka yang sama: mereka mengambil persepsi saat ini sebagai masukan dari sensor dan kembali tindakan Notice actuators.perbedaan antara program agen, yang mengambil persepsi saat ini sebagai masukan, dan fungsi agent, yang mengambil seluruh sejarah persepsi. Program agen mengambil hanya persepsi saat ini sebagai masukan karena tidak lebih tersedia dari lingkungan; jika tindakan agen perlu bergantung pada seluruh urutan persepsi, agen harus mengingat persepsi.
kami menguraikan empat jenis dasar program agen yang mewujudkan prinsip-prinsip yang mendasari sistem hampir semua cerdas:
Agen refleks sederhana; 
Agen refleks model berbasis; 
Agen berbasis tujuan;  
dan Agen berbasis utilitas;

Kesimpulan

AI atau Artificial Intelligence yang diartikan ke bahasa indonesia yaitu kecerdasan buatan adalah kemampuan dari sebuah komputer untuk berfikir seperti manusia bahkan lebih baik dibandingkan manusia. biasanya sebuah sistem AI memiliki kemampuan untuk memperoleh informasi baru yang akan dikumpulkan agar sistem AI menjadi lebih cerdas lagi.
perbedaan antar kecerdasan manusia dan kecerdasan buatan.sejarah kecerdasan buatan yang dimualai dari tahun(1941) yaitu Era computer elektronik,sampai Era kembalinnya syaraf timbul yang dimulai dari tahun(1986-sekarang).Mengetahui Dasar kategori AI(kecerdasan buatan) : yang terdiri dari 1. Acting Human ly 2.Acting Rationaly 3.Thinking Humanly 4.Acting Rationality .Mempelajari Disiplin Ilmu AI(kecerdasan Buatan). dan itulah tugas pertama.
tugas kedua disini membahas tentang inteligent agent. disini kita membahas sifat agent teserbeut. apakah sempurna atau sebaliknya. agent intelgensi sangat tegantung pada lingkungan. ada yang namanya rasionalitas, yaitu salah satu yang melakukan hal yang benar-konseptual berbicara, setiap entri dalam tabel untuk fungsi agen diisi dengan benar.
rasional pada waktu tertentu tergantung pada 4 hal

  • Ukuran kinerja yang mendefinisikan kriteria keberhasilan
  • Agen sebelumnya dari pengetahuan lingkungan.
  • Tindakan yang dapat dilakukan oleh agen
  • Agen persepsi urutan to-date.
setelah itu ada struktur agent. Tugas AI adalah untuk merancang sebuah program agen yang mengimplementasikan agen fungsi-pemetaan dari persepsi tindakan. Kami menganggap program ini akan berjalan pada beberapa jenis komputasi perangkat dengan sensor fisik dan aktuator-kami menyebutnya arsitektur: agen = arsitektur + program
empat jenis dasar program agen yang mewujudkan prinsip-prinsip yang mendasari sistem hampir semua cerdas:
-          Agen refleks sederhana;
-          Agen refleks model berbasis;
-          Agen berbasis tujuan; 
-          dan Agen berbasis utilitas;
REFERENSI :
CATATAN bibliografi DAN SEJARAH
Peran sentral dari tindakan dalam kecerdasan-gagasan praktis penalaran-kembali setidaknya sejauh Aristoteles Nicomachean Ethics. penalaran praktis juga subjek McCarthy (1958) berpengaruh kertas "Program dengan Common Sense." Bidang robotika dan teori kontrol yang, dengan sifatnya, yang bersangkutan terutama dengan agen fisik. Konsep controller dalam teori kontrol identik dengan agen di AI. Mungkin sur-prisingly, AI telah terkonsentrasi untuk sebagian besar sejarahnya pada komponen terisolasi dari sistem agen-agen pertanyaan-menjawab, teorema-provers, sistem visi, dan sebagainya-bukan pada seluruh agen. Pembahasan agen dalam teks dengan Genesereth dan Nilsson (1987) adalah pengecualian berpengaruh. Pandangan whole-agen sekarang diterima secara luas dan merupakan tema sentral dalam teks-teks baru-baru ini (Poole et al, 1998;. Nilsson, 1998; Padgham dan Winikoff, 2004; Jones, 2007).
Bab 1 menelusuri akar konsep rasionalitas dalam filsafat dan ekonomi. Dalam AI, konsep itu menarik perifer sampai pertengahan 1980-an, ketika mulai menutupi banyak diskusi tentang dasar-dasar teknis yang tepat dari lapangan. Sebuah kertas dengan Jon Doyle (1983) memperkirakan bahwa desain agen rasional akan datang untuk dilihat sebagai misi utama dari AI, sementara topik populer lainnya akan spin off untuk membentuk disiplin baru. perhatian terhadap sifat-sifat lingkungan dan konsekuensinya terhadap desain agen ra-nasional yang paling jelas dalam teori kontrol tradisi-misalnya, sistem kontrol klasik (Dorf dan Bishop, 2004; Kirk, 2004) menangani sepenuhnya diamati, lingkungan deterministik; stokastik kontrol optimal (Kumar dan Varaiya, 1986; Bertsekas dan Shreve, 2007) menangani sebagian diamati, lingkungan stokastik; dan kontrol hybrid (Henzinger dan Sastry, 1998; Cassandras dan Lygeros, 2006) berkaitan dengan lingkungan yang mengandung unsur-unsur baik diskrit dan kontinyu. Perbedaan antara penuh dan sebagian diamati en-vironments juga sentral dalam literatur pemrograman dinamis yang dikembangkan di bidang riset operasi (Puterman, 1994), yang kita bahas dalam Bab 17. agen refleks yang model utama untuk behavioris psikologis seperti Skinner (1953), yang berusaha untuk mengurangi psikologi organisme ketat untuk input / output atau stim-ulus / pemetaan respon. The muka dari behaviorisme ke fungsionalisme dalam psikologi, yang setidaknya sebagian didorong oleh penerapan metafora komputer untuk agen (Put-nam, 1960; Lewis, 1966), memperkenalkan keadaan internal agen ke dalam gambar. Sebagian besar bekerja di AI memandang gagasan agen refleks murni dengan negara sebagai terlalu sederhana untuk memberikan banyak pengaruh, tetapi bekerja dengan Rosenschein (1985) dan Brooks (1986) mempertanyakan asumsi ini (lihat Bab 25). Dalam beberapa tahun terakhir, banyak pekerjaan telah pergi ke menemukan efisien algo-rithms untuk melacak lingkungan yang kompleks (Hamscher et al, 1992;. Simon, 2006). Program Remote Agent (dijelaskan pada halaman 28) yang mengontrol Deep Space Satu pesawat ruang angkasa adalah contoh yang sangat mengesankan (Muscettola et al, 1998;. Jonsson et al, 2000.).
           
agen berdasarkan gol yang diandaikan dalam segala hal dari pandangan Aristoteles praktis rea-soning ke kertas awal McCarthy pada AI logis. Shakey Robot (Fikes dan Nilsson, 1971; Nilsson, 1984) adalah perwujudan robot pertama agen logis, berdasarkan gol. Sebuah analisis logis penuh agen berbasis tujuan muncul di Genesereth dan Nilsson (1987), dan metodologi pemrograman berbasis tujuan disebut pemrograman agen-berorientasi dikembangkan oleh Shoham (1993). Pendekatan berbasis agen sekarang sangat populer di software engineer-ing (Ciancarini dan Wooldridge, 2001). Hal ini juga menyusup bidang sistem operasi, di mana komputasi otonom mengacu pada sistem komputer dan jaringan yang memantau dan con-trol diri dengan loop melihat-tindakan dan metode pembelajaran mesin (Kephart dan Catur, 2003). Memperhatikan bahwa kumpulan program agen dirancang untuk bekerja sama dengan baik dalam lingkungan multi agen yang benar tentu menunjukkan modularitas-program berbagi tidak ada keadaan internal dan berkomunikasi satu sama lain hanya melalui lingkungan-hal yang biasa dalam bidang sistem multi agen untuk merancang agen program agen tunggal sebagai kumpulan otonom sub-agen. Dalam beberapa kasus, salah satu bahkan dapat membuktikan bahwa sistem yang dihasilkan memberikan solusi optimal sama dengan desain monolitik. Pandangan berbasis tujuan agen juga mendominasi tradisi psikologi kognitif di bidang pemecahan masalah, dimulai dengan sangat berpengaruh Manusia Masalah Solv-ing (Newell dan Simon, 1972) dan berjalan melalui semua pekerjaan kemudian Newell (Newell, 1990). Tujuan, lanjut dianalisis sebagai keinginan (umum) dan niat (saat dikejar), adalah pusat untuk teori agen yang dikembangkan oleh Bratman (1987). Teori ini telah berpengaruh baik dalam pemahaman bahasa alami dan sistem multi agen
           
Horvitz et al. (1988) secara khusus menyarankan penggunaan rasionalitas dipahami sebagaimaxi yangmization utilitas diharapkan sebagai dasar untuk AI. Teks oleh Pearl (1988)adalah yang pertama di AI untuk menutupi probabilitas dan teori utilitas secaramendalam; eksposisi nya metode praktis untuk penalaran dan pengambilan keputusandi bawah ketidakpastian mungkin faktor terbesar tunggal dalam cepat bergeser ke arah agen berbasis utilitas pada 1990-an (lihat Bagian IV). Desain umum untuk agen pembelajaran digambarkan pada Gambar 2.15 adalah klasik dalam mesin
literatur belajar (Buchanan et al, 1978;. Mitchell, 1997). Contoh desain, seperti em-
bertubuh dalam program, kembali setidaknya sejauh Arthur Samuel (1959, 1967) program pembelajaran untuk bermain catur. agen pembelajaran dibahas secara mendalam di Bagian V.
Minat agen dan di desain agen telah meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir, sebagian karena pertumbuhan internet dan kebutuhan yang dirasakan untuk softbot otomatis dan mobile (Etzioni dan Weld, 1994). makalah yang relevan dikumpulkan dalam Bacaan di Agen (Huhns dan Singh, 1998) dan Yayasan Badan Rasional (Wooldridge dan Rao, 1999). Teks pada multi agen sistem biasanya menyediakan pengenalan yang baik untuk banyak aspek desain agen (Weiss, 2000a; Wooldridge, 2002). Beberapa seri konferensi yang ditujukan untuk agen dimulai pada tahun 1990-an, termasuk Workshop Internasional tentang Agen Teori, Arsitektur, dan Bahasa (Atal), yang Konferensi Internasional tentang Otonomi Agen (AGEN), dan Confer- internasional Ence di Multi-Agent Systems (ICMAS). Pada tahun 2002, ketiga bergabung untuk membentuk International Konferensi Bersama Agen Otonomi dan Multi-Agent Systems (AAMAS). Jurnal Agen otonomi dan Multi-Agent Sistem didirikan pada tahun 1998. Akhirnya, Dung Beetle Ekologi (Hanski dan Cambefort, 1991) menyediakan banyak informasi menarik tentang perilaku kumbang kotoran. YouTube memiliki rekaman video inspiratif dari kegiatan mereka.

Kamis, 26 Mei 2016

Tugas Softskill Manajemen Layanan Sistem Informasi pertemuan ke-3

Nama          : Fakhri Pratama
Npm  : 1C114795
Kelas : 2KA34
1.    Perubahan Manajemen

A.   Pengertian
            suatu upaya yg dilakukan manajemen guna melakukan perubahan berencana dengan menggunakan jasa/ bekerjasama dengan intervenis/ konsultan. Agar organisasi tersebut tetap survive dan bahkan mencapai puncak perkembangannya.

B.   Tujuan dan Manfaat
            Perubahan mempunyai manfaat bagi kelangsungan hidup suatu organisasi, tanpa adanya perubahan maka dapat dipastikan bahwa usia organisasi tidak akan bertahan lama. Perubahan bertujuan agar organisasi tidak menjadi statis melainkan tetap dinamis dalam menghadapi perkembangan jaman, kemajuan teknologi dan dibidang pelayanan kesehatan adalah peningkatan kesadaran pasen akan pelayanan yang berkualitas.

C.   Kegiatan
1). Suatu perubahan seringkali tidak ada awal dan akhir yang jelas.
2). Suatu perubahan yang efektif dapat dimulai dengan perbaikan dalam beberapa bidang tertentu 
3). Suatu perubahan harus berjalan sekaligus, baik secara top-down  maupun bottom-up.
4). Suatu perubahan organisasi memiliki dimensi pribadi yang penting.
5). Dilakukannya suatu pengukuran adalah kunci bagi suatu perubahan yang berhasil dan berkelanjutan.

D.   Hubungan dengan proses manajemen layanan lainnya
            Jika pada awalnya suatu manajemen akan  merubah mulai dari aturan dan cara pelaksanaannya maka akan sangat berpengaruh atau berhubungan dengan manajemen lainnya.

2.    Perubahan Manajemen

A.   Maksud dan Tujuan
            ITRelease dan Manajemen Deployment bertujuan untuk merencanakan, jadwal dan mengontrol pergerakan rilis untuk menguji dan lingkungan hidup. Tujuan utama dari Manajemen Pers dan Manajemen Deployment adalah untuk memastikan bahwa integritas lingkungan hidup dilindungi dan bahwa komponen yang benar dilepaskan.

B.   Konsep Dasar
                        Pada dasarnya, kegiatan dan tujuan proses proses Release dan Deployment Manajemen di ITIL V3 identik Release Management di ITIL V2. ITIL V3 Manajemen Siaran memberikan rincian jauh lebih di bidang perencanaan Release dan pengujian; ini menyebabkan penambahan dua proses khusus yang dimasukkan di bawah Manajemen Pers dalam versi ITIL sebelumnya: Manajemen Proyek Perencanaan Transisi dan Dukungan  dan Layanan Validasi dan Pengujian.

C.   Kegiatan, Metode dan Teknik
            Release Manager bertanggung jawab untuk perencanaan dan pengendalian gerakan Pers untuk menguji dan lingkungan hidup. Tujuan utamanya adalah untuk memastikan bahwa integritas lingkungan hidup dilindungi dan bahwa komponen yang benar dilepaskan.

D.   Hubungan dengan proses manajemen layanan lainnya
            ITIL Manajemen Siaran sub-proses dan tujuan proses mereka:
1.    Dukungan Manajemen Rilis
Proses Tujuan: Untuk memberikan pedoman dan dukungan untuk penyebaran Pers .
2.    Perencanaan Rilis
Proses Tujuan: Untuk menetapkan Perubahan berwenang untuk Rilis Paket dan untuk menentukan ruang lingkup dan isi dari Pers. Berdasarkan informasi ini, proses Perencanaan Rilis mengembangkan jadwal untuk membangun, pengujian dan menyebarkan rilis tersebut.
3.    Rilis Deployment
Proses Tujuan: Untuk menyebarkan komponen Rilis ke dalam lingkungan produksi yang hidup. Proses ini juga bertanggung jawab untuk pelatihan pengguna akhir dan staf operasi dan beredar informasi / dokumentasi di Rilis baru dikerahkan atau jasa yang mendukung.
4.    Dukungan Hidup Awal
Proses Tujuan: Untuk mengatasi masalah operasional cepat selama periode awal setelah penyebaran Rilis , dan untuk menghilangkan kesalahan yang tersisa atau kekurangan.
5.    Rilis Penutupan
Proses Tujuan: Untuk secara resmi menutup Rilis setelah memverifikasi jika aktivitas log dan CMS isi yang up to date.

3.    Pemenuhan Permintaan

A.   Maksud dan Tujuan
            ITIL Permintaan Pemenuhan bertujuan untuk memenuhi Permintaan Service, yang dalam banyak kasus adalah ringan (standar) Perubahan (misalnya mintaan untuk mengubah password) atau permintaan informasi. tujuan proses pemenuhan permintaan adalah:
            Menyediakan saluran bagi pengguna untuk meminta dan menerima layanan standar yang otorisasi dan proses kualifikasi yang telah ditetapkan.

B.   Model Permintaan
            Permintaan pemodelan menggunakan metode statistik dan intelijen bisnis masukan untuk menghasilkan perkiraan permintaan akurat dan efektif mengatasi variabilitas permintaan. Permintaan modeling menjadi lebih penting karena peramalan dan manajemen persediaan sedang rumit dengan meningkatnya jumlah item yang bergerak lambat, yang disebut "ekor panjang" dari berbagai produk, banyak yang memiliki pola permintaan tak terduga di mana khas "normal distribusi "asumsi yang digunakan oleh model tradisional sama sekali tidak memadai. Dalam skenario ini, berhasil mengelola perkiraan dan persediaan memerlukan canggih permintaan dan pemodelan persediaan teknologi untuk andal mendukung tingkat layanan yang tinggi.

C.   Hubungan dengan proses manajemen layanan lainnya
            Layanan Permintaan Pemenuhan Grup mengkhususkan diri pada pemenuhan jenis tertentu permintaan layanan. Biasanya, Tingkat 1 Dukungan akan memproses permintaan sederhana, sementara yang lain diteruskan ke Pemenuhan Grup khusus.


4.    Manajemen Operasi IT

A.   Maksud dan Tujuan
          Manajemen operasional TI adalah proses pengelolaan infrastruktur TI sehari-hari termasuk pengelolaan provisioning, kapasitas, kinerja dan ketersediaan lingkungan komputasi, jaringan dan aplikasi. manajemen operasional TI sangat penting untuk organisasi TI yang bertanggung jawab untuk memberikan efisien layanan berkualitas tinggi dan aplikasi dalam mendukung bisnis digit.

B.   Konsep Dasar
          Operasi teknologi informasi, atau operasi TI, adalah himpunan semua proses dan layanan yang baik ditetapkan oleh TI staf untuk internal atau eksternal mereka klien dan digunakan sendiri, untuk menjalankan dirinya sebagai bisnis . Definisi operasional TI berbeda di seluruh TI industri , di mana vendor dan organisasi individu sering membuat definisi adat mereka sendiri proses dan layanan tersebut untuk tujuan pemasaran produk mereka sendiri. Biasanya, mereka termasuk manajemen , visi, perencanaan , desain , implementasi , konstruksi, penyebaran , distribusi , verifikasi , instalasi , Instansiasi, pelaksanaan dan pemeliharaan . Mereka berusaha untuk menentukan proses umum dan prosedur, kebijakan, peran, tanggung jawab, terminologi , praktik terbaik dan standar untuk menjalankan suatu perusahaan. Techopedia menjelaskan IT Manajemen OpDalam sebuah organisasi, mungkin ada tumpang tindih antara manajemen operasi TI dan manajemen aplikasi serta manajemen teknis, Namun manajemen operasi TI adalah fungsi yang berbeda, meskipun keduanya manajemen teknis dan aplikasi dapat menjadi bagian yang sama.

C.   Hubungan dengan proses manajemen layanan lainnya
            Menangani beberapa teknologi dan perangkat melalui server cloud terpusat. Sebuah proses operasi sederhana menangani tiket Anda, manajemen konfigurasi, manajemen aset, perubahan dan rilis. Semuanya hanya dengan sekali klik dan Anda dapat memantau dari lokasi manapun. Tidak ada lagi mendapatkan terpaku kursi Anda atau risiko hilang setiap pembaruan penting.
            Memecahkan & Selesaikan: Itu akan lebih mudah untuk memecahkan masalah dengan Analisis Akar Penyebab Freshservice dan Preventive Maintenance daripada pergi melalui setiap server yang memeriksa dan mencegah pemadaman. Sebuah tiket Insiden dinaikkan setiap kali masalah yang dilaporkan, dan Anda mendapatkan pemberitahuan langsung dengan rincian diperbarui. Tiket diprioritaskan & diselesaikan berdasarkan tingkat urgensi dan pentingnya, SLA ini membuat Anda memahami tanggal jatuh tempo dan kebijakan lain untuk membimbing Anda. Sebuah alur kerja yang sistematis akan membantu Anda merespon dan menyelesaikan lebih cepat dari sebelumnya.

5.    Aplikasi Manajemen

A.   Maksud dan tujuan
            ITIL Aplikasi Manajemen bertanggung jawab untuk mengelola aplikasi di seluruh siklus hidup mereka. Proses ini memainkan peran penting dalam aspek terkait penerapan merancang, pengujian, operasi dan meningkatkan layanan TI, serta dalam mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan untuk mengoperasikan aplikasi organisasi TI. Aplikasi Manajemen merupakan kegiatan yang sedang berlangsung, sebagai lawan Pengembangan Aplikasi yang biasanya satu kali set kegiatan untuk membangun aplikasi.

B.   Konsep Dasar
            Terdapat enam fungsi teknologi informasi, yaitu : Menangkap (Capture) dapat diartikan sebagai menginput. Mengolah (Processing) atau memproses data masukkan yang diterima untuk menjadi informasi. Pengolahan dan pemrosesan data dapat berupa mengkonversi, menganalisis, dan menghitung (kalkulasi). Menghasilkan (Generating) atau mengorganisasikan informasi ke dalam bentuk yang berguna atau laporan yang dapat dimengerti oleh orang lain. Menyimpan (Storage) atau merekam data dan informasi dalam suatu media yang dapat digunakan untuk keperluan lain. Mencari Kembali (Retrival), menelusuri dan mendapatkan kembali informasi atau mengkopi data dan informasi yang sudah tersimpan. Mentransmisi (Transmission) atau mengirim data dan informasi dari suatu lokasi ke lokasi lain melalui jaringan komputer.

C.   Hubungan antara aplikasi manajemen dan pengembangan aplikasi
            Aplikasi Analyst adalah peran Manajemen Aplikasi yang mengelola aplikasi di seluruh siklus hidup mereka. Ada biasanya satu Aplikasi Analyst atau tim analis untuk setiap aplikasi utama. Peran ini memainkan peran penting dalam aspek terkait penerapan merancang, pengujian, operasi dan meningkatkan layanan TI. Hal ini juga bertanggung jawab untuk mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan untuk mengoperasikan aplikasi yang diperlukan untuk memberikan layanan TI.

Daftar Pustaka :


Kamis, 14 April 2016

Tugas II Manajemen Layanan Sistem Informasi

Nama   : Fakhri Pratama
NPM   : 1C114795
Kelas   : 2KA34
Business Relationship Management
Ruang Lingkup
            Manajemen hubungan bisnis terdiri dari pengetahuan, keterampilan, dan perilaku (atau kompetensi) yang membina hubungan yang produktif antara organisasi jasa (misalnya Sumber Daya Manusia , teknologi informasi , departemen keuangan, atau penyedia eksternal) dan mitra bisnis mereka.
            Business relationship management (BRM) berbeda dari manajemen hubungan perusahaan dan manajemen hubungan pelanggan meskipun hal itu berkaitan. Ini adalah ruang lingkup yang lebih besar daripada penghubung yang sejalan kepentingan bisnis dengan TI Penyerahan
            Ruang lingkup manajemen hubungan bisnis berfokus pada penyelarasan pelanggan tujuan dengan kegiatan penyedia layanan TI , yaitu, semua interaksi bahwa penyedia layanan memiliki dengan pelanggan .
Maksud dan Tujuan
          Manajemen hubungan Bisnis (Business Relationship Management, disingkat jadi “BRM”) adalah suatu jenis manajemen yang secara khusus membahas teori mengenai penanganan hubungan antara perusahaan dengan pelanggannya dengan tujuan meningkatkan nilai perusahaan dimata pelanggannya.
Tujuan
          Tujuan dari manajemen hubungan bisnis adalah untuk memahami kebutuhan pelanggan bisnis dan untuk memberikan layanan yang memenuhi kebutuhan tersebut .
Prinsip Umum
·         Batas
Model BRM harus menentukan batas-batas hubungan bisnis dalam kontinum yang lebih besar dari hubungan interpersonal. Selain isu-isu pemerintahan, model harus memeriksa jika ada tingkat optimal dari hubungan pribadi, dan apakah mereka berbeda berdasarkan jenis, peran, atau atribut lainnya. model harus membantu menentukan batas-batas yang mengoptimalkan efektivitas sementara mendukung tata kelola yang baik.

·         Pertukaran dan timbal balik
Model BRM pertukaran dan timbal balik harus memperluas dimensi tradisional untuk akun untuk tidak hanya pertukaran keuangan, tetapi juga pertukaran waktu, uang, pengetahuan, dan reputasi. Ini adalah fitur kunci dari hubungan bisnis.
·         Pengukuran dan analisis 
Tujuan BRM mengharuskan konsep-konsep dan prinsip-prinsip dapat diidentifikasi dan diukur. Mengingat model, seseorang harus mampu mengidentifikasi hubungan bisnis yang mereka terlibat dalam, dan mengukur mereka dalam hal seperti kuantitas atau durasi. Hal yang sama berlaku untuk setiap aspek BRM, seperti jenis, peran, atau prinsip.Setiap hubungan bisnis memiliki tujuan yang memerlukan partisipasi dari peran ganda untuk mencapai. Tujuan dari hubungan bisnis yang diberikan adalah diskrit dan terukur.

·         Reputasi dan kepercayaan 
Model BRM harus berusaha untuk model dan mengukur reputasi dan kepercayaan . Setiap hubungan, dan setiap interaksi di dalamnya, memberikan kontribusi untuk reputasi. Reputasi meringankan risiko dan mengurangi gesekan dalam proses bisnis. Kepedulian untuk reputasi incentivizes perilaku yang baik. Tidak adanya kepercayaan akan menyebabkan hubungan bisnis untuk gagal. Kepercayaan meningkatkan efisiensi dan memungkinkan resolusi konflik.

·         Governance
Model BRM perlu memperhitungkan dan menyelaraskan dengan model tata kelola perusahaan , termasuk etika bisnis , kendala hukum, dan norma-norma sosial yang berlaku untuk hubungan bisnis.

Peran

            Sebagai peran organisasi, BRM peran organisasi adalah hubungan antara penyedia layanan dan bisnis. Peran bertindak sebagai penghubung, orkestra, dan navigator antara penyedia layanan dan satu atau unit bisnis yang lebih. Peran Bisnis Relationship Manager telah diperkenalkan di ITIL 2011 untuk melakukan kegiatan dalam proses bisnis Relationship Management.

Hubungan Antar Manajemen Layanan

            ITIL Bisnis Relationship Management, Manajemen Hubungan Bisnis
            Bisnis Relationship Management telah diperkenalkan sebagai proses baru dalam ITIL 2011.
            Terbaru tempat bimbingan survei kepuasan pelanggan dan manajemen pengaduan dalam Bisnis Relationship Management. Akibatnya, proses yang sesuai telah dipindahkan dari terus menerus Peningkatan Pelayanan untuk Bisnis Relationship Management. Gambaran proses ITIL Bisnis Relationship Management, menunjukkan antarmuka yang paling penting.

Manajemen Keuangan Untuk Layanan TI
Ruang Lingkup
         
          Ruang lingkup pengelolaan manajemen keungan layanan IT ada tiga (3) hal utama yaitu tentang keputusan keuangan, keputusan investasi, dan kebijakan dividen.
·         Keputusan Keuangan
dilakukan untuk mencari dana. Keputusan itu tercermin pada sisi yang mengungkapkan seberapa besar proporsi utang dan ekuitas suatu perusahaan.
Contohnya : Keputusan Keuangan adalah menentukan berapa banyak obligasi (utang jangka panjang) yang harus ditambah dan berpapa banyak saham biasa yang perlu diterbitkan.
·         Keputusan Investasi
Segala keputusan manajerial yang dilakukan untuk menghasilkan dana berbagai macam aktiva. Boleh juga dikatakan bahwa keputusan investasi adalah keputusan bisnis, dan itu diluar keputusan keuangan.
·         Kebijakan deviden
seluruh kebijakan yang dilakukan untuk menetapkan seberapa besar laba bersih yang dibagikan kepada para pemegang saham dan berapa besar laba bersih yang tetap ditahan untuk cadangan investasi tahunan, kebijakan itu akan tercermin dari besarnya perbandingan laba bersih.
Contoh kebijakan deviden adalah menetapkan apakah presentase pembagian deviden saat ini perlu ditingkatkan atau tetap dipertahankan sebagaimana pada tahun sebelumnya.

Maksud dan Tujuan

            ITFM adalah disiplin berdasarkan prinsip keuangan dan akuntansi standar, tapi alamat prinsip-prinsip tertentu yang berlaku untuk layanan TI, seperti manajemen aset tetap, manajemen modal, audit, dan penyusutan.

            Untuk sebuah organisasi TI internal, tujuannya digambarkan sebagai:

            Untuk memberikan pelayanan hemat biaya dari aset TI dan sumber daya yang digunakan dalam memberikan layanan TI

            Untuk outsourcing organisasi IT atau organisasi TI yang dijalankan seolah-olah itu sebuah entitas yang terpisah (yaitu, dengan pengisian penuh) tujuan dapat digambarkan sebagai:

            Untuk dapat menjelaskan sepenuhnya untuk belanja pada layanan TI dan dapat atribut biaya ini untuk layanan yang diberikan kepada pelanggan organisasi dan untuk membantu manajemen dengan menyediakan rinci dan dihitung biayanya kasus bisnis untuk perubahan yang diusulkan untuk layanan.

Layanan Teknologi Informasi Manajemen Kontinuitas

Ruang Lingkup
            Untuk memberikan pengenalan untuk membangun proses Business Continuity Management dalam sebuah organisasi dalam rangka untuk mengurangi teknologi dan kontinuitas informasi risiko yang teridentifikasi sebagai bagian dari Manajemen Risiko.
            Manajemen kontinuitas dan ketersediaan layanan berguna untuk memastikan bahwa layanan akan tetap berjalan semestinya dalam segala keadaan. Ada atau tidaknya manajemen kontinuitas dan ketersediaan layanan akan berdampak pada penyampaian layanan kepada pelanggan.

Maksud & Tujuan
            untuk mengelola risiko yang serius dapat mempengaruhi layanan TI. ITSCM memastikan bahwa penyedia layanan TI selalu dapat memberikan minimum setuju Layanan Levels, dengan mengurangi resiko dari kejadian bencana untuk tingkat yang dapat diterima dan perencanaan untuk pemulihan layanan TI. ITSCM harus dirancang untuk mendukung Business Continuity Management.

Manajemen keamanan Informasi dan Manajemen Akses

Kebijakan Kemanan Informasi

Suatu kebijakan keamanan harus diterapkan untuk mengarahkan keseluruhan program. Perusahaan dapat menerapkan keamanan dengan pendekatan yang bertahap, diantaranya:
Fase 1:
Inisiasi Proyek. Membentuk sebuah tim untuk mengawas proyek kebijakan keamanan tersebut.
Fase 2:
Penyusunan Kebijakan. Berkonsultasi dengan semua pihak yang berminat dan terpengaruh.
Fase 3:
Konsultasi dan persetujuan.Berkonsultasi dengan manajemen untuk mendapatkan pandangan mengenai berbagai persyaratan kebijakan.
Fase 4:
Kesadaran dan edukasi.Melaksanakan program pelatihan kesadaran dan edukasi dalam unit-unit organisasi.
Fase 5:
Penyebarluasan Kebijakan. Kebijakan ini disebarluaskan ke seluruh unit organisasi dimana kebijakan tersebut dapat diterapkan.


Kebijakan terpisah dikembangkan untuk:
·         Keamanan sistem informasi
·         Pengendalian akses sistem
·         Keamanan personal
·         Keamanan lingkungan dan fisik
·         Keamanan komunikasi data
·         Klasifikasi informasi
·         Perencanaan langsung usaha
·         Akuntbilitas manajemen

Sistem Manajemen Kemanan informasi

            Sistem manajemen keamanan informasi (SMKI) atau information security management system (ISMS) adalah sistem manajemen yang diterapkan perusahaan untuk mengamankan aset informasi terhadap ancaman yang mungkin terjadi. Oleh sebab itu, kemanan informasi secara tidak langsung menjamin kelangsungan bisnis perusahaan.
            Sistem manajemen keamanan informasi menjadi penting diterapkan agar informasi yang beredar di perusahaan dapat dikelola dengan benar sehingga perusahaan dapat mengambil keputusan berdasarkan informasi yang ada dengan benar pula dalam rangka memberikan layanan yang terbaik kepada pelanggan.
            Terdapat berbagai standar keamanan informasi yang berlaku saat ini. Yang paling banyak diterapkan adalah standar sistem manajemen informasi yang diterbitkan oleh ISO.
Standar manajemen keamanan versi ISO  dikenal dengan keluarga standar ISO 27000, yaitu:
·         ISO 27000: Standar ini berisi kosa kata dan definisi sistem manajemen kemanan informasi
·         ISO 27001: Standar ini berisi persyaratan yang harus dipenuhi jika ingin mendapatkan sertifikat ISO 27001 (ISMS)
·         ISO 27002: Standar yang berisi panduan penerapan ISO 27001 (code of practice)
·         ISO 27003: Berisi panduan implementasi sistem manajemen keamanan informasi
·         ISO 27004: Standar ini berisi matriks dan metode pengukuran keberhasilan penerapan SMKI
·         ISO 27005: Pedoman pelaksanaan manajemen risiko
·         ISO 27006: Panduan sertifikasi SMKI
·         ISO 27007: Standar pedoman audit SKMI
Fasilitas Manajemen Kontrol Akses Fisik
            Fasilitas Manajemen keamanan informasi adalah Aktivitas untuk menjaga agar sumberdaya
            informasi tetap aman . Manajemen keamanan informasi terdiri atas empat tahap, yaitu:
1.      Mengidentifikasi ancaman yang dapat menyerang sumber informasi perusahaan.
2.      Mendefinisikan resiko yang disebabkan oleh ancaman.
3.      Menentukan kebijakan keamanan informasi.
4.      Mengimplementasikan pengendalian untuk mengatasi resiko resiko tersebu
            Akses kontrol secara fisik biasanya diberikan pada petugas khusus seperti penjaga keamanan. Umumnya ada pagar atau pintu untuk menghindari akses kontrol fisik dari pihak yang tidak berkepentingan. Kontrol akses secara fisik dapat dicapai oleh manusia melalui cara mekanis seperti kunci atau melalui sarana teknologi yang disebut sistem akses kontrol. Hak akses hanya bagi yang berkepentingan ini sangat berguna untuk melindungi aset properti bila didukung dengan kamera CCTV.
Daftar Pustaka :